Kawasan religi Makam Eyang Jati Kusuma di puncak Gunung Butak, Kabupaten Rembang, menjadi pusat perhatian ribuan peziarah pada Kamis, 2 Juli 2026. Acara tahunan Haul dan Suroran (Syuronan) ini sukses digelar sebagai ruang silaturahmi besar yang memadukan penguatan nilai spiritualitas Islam dengan kelestarian kebudayaan Jawa.
Pengajian Akbar disiang hari
Rangkaian acara dimulai pada siang hari pukul 13.00 WIB melalui Pengajian Umum yang menghadirkan ulama asal Tuban, KH. Jalaludin Fauzi. Dalam taushiyahnya, beliau mengajak jamaah meneladani kegigihan perjuangan dakwah Eyang Jati Kusuma. Pengajian berlangsung khidmat hingga selesai dan memberikan kesejukan spiritual bagi warga yang hadir memadati area puncak gunung.
Semarak Wayang Kulit Malam Hari
Malam harinya, suasana berganti menjadi semarak dengan digelarnya acara inti berupa Pagelaran Wayang Kulit. Pertunjukan dipimpin oleh dalang kondang Ki Sigit Ariyanto. Penampilan seni tradisional ini semakin meriah dengan kehadiran bintang tamu pelawak Cak Dodok dan Cak Kampret, yang berhasil menghibur warga lewat banyolan segar sarat pesan moral.
Kehadiran Tokoh Masyarakat dan Pejabat Daerah
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunem. Hadir secara langsung Camat Gunem Fajar Riza Dwi Sasongko, S.TP., M.M., Kapolsek Gunem Iptu Yayat S., S.H., dan Danramil Gunem Kapten Inf. Kun Muhandis. Kehadiran pimpinan kecamatan ini menegaskan pentingnya acara tersebut bagi stabilitas dan kebersamaan warga.
Sejumlah tokoh penting lainnya juga tampak hadir di lokasi acara. Di antaranya adalah Anggota DPRD Kabupaten Rembang Fraksi PDI Perjuangan Adi Purwoto, Kepala Desa Tegaldowo Kundari, S.E., dan Kepala Desa Pakis Solikhin. Pihak korporasi dan pemangku wilayah kehutanan juga diwakili oleh Administratur KPH Kebonharjo serta jajaran Direktur CSR PT Semen Gresik. Sebagai tuan rumah, Kepala Desa Dowan Parji hadir mendampingi bersama seluruh jajaran perangkat desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Harapan bagi Ekonomi dan Budaya Lokal
Bapak Parji selaku Kepala Desa Dowan sekaligus tuan rumah menuturkan bahwa kegiatan haul ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya. Tujuan utamanya adalah untuk mencari keberkahan dari para pendahulu. Beliau juga berharap kawasan ini mampu menjadi area wisata religi yang disukai masyarakat luas sehingga berdampak nyata dalam mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
Melalui perpaduan nilai religius dan seni tradisional, Syuronan Makam Eyang Djati Kusumo diharapkan terus menjadi agenda budaya tahunan. Agenda ini terbukti mampu memperkuat persatuan masyarakat, meningkatkan nilai spiritual, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang unggul di Kabupaten Rembang.